Penanganan Panen dan Pascapanen Ayam Broiler Hingga Pemasarannya

panen dan pasca panen ayam broiler
Jika sebelumnya kita telah mengenal ayam broiler dari sisi sejarahnya serta potensi produksinya. Nah sekarang kita akan membahas penanganan panen dan pascapanennya bro. Lah, kok lompat? yang lain kok belum dijelaskan? tenang, nanti juga akan dipost.

Berbicara tentang pertanian pasti akan akhir obrolannya adalah panen dan pasca panen. Sama halnya dengan ayam broiler atau yang biasa juga dikenal ayam pedaging. So, kali ini kita akan membahas penanganan pasca panen daging ayam hingga cara memasarkan ayam pedaging tersebut.

Tetapi sebelum memulai itu, kita hatus tau terlebih tahulu seperti apa sih ciri-ciri ayam yang sudah siap dipanen?

  Ciri-Ciri Ayam Siap Panen

1. Ayam harus dalam kondisi aktif, lincah serta bebas dari penyakit
Terjadinya serangan penyakit pada ayam terkadang membuat peternak menjual ayamnya lebih awal sehingga harganya jatuh. Oleh karena itu, ayam yang aktif dan lincah serta bebas penyakit adalah salah satu syarat yang baik untuk siap melepasnya ke pasar.

2. Berat badan sesuai dengan standar yaitu sekitar 1,5 hingga 2 Kg
Tabel performa ayam broiler
Tabel performa Ayam Broiler | Medion.id
Hal ini berkaitan dengan permintaan konsumen yang biasanya menggunakan ayam sebagai bahan untuk membuat makanan seperti opor, sate atau sekedar ayam goreng. Oleh karena itu ayam akan sangat baik dipanen pada bobot sekitar 1,5 hingga 2 kg. Bisa dilihat pada tabel performa ayam broiler diatas, pada minggu keempat hingga kelima adalah masa paling optimal untuk dipanen.

3. Umur ayam sekitar 30-35 atau sekitar minggu ke empat sampai ke lima
Ayam yang terlalu lama di panen juga akan beresiko karena semakin tua seekor ayam maka semakin banyak pula lemaknya dan tingkat keempukkan dagingnya pun berkurang. Tentu hal ini tidak meningkatkan harga jual malah menjatuhnkannya.

4. Memiliki nilai FCR (Feed converstion ratio) yang tinggi
Seperti yang kita ketahui bahwa FCR merupakan nilai konversi ransum yang menunjukkan perbandingan antara jumlah KG ransum yang dikonsumsi ayam untuk menghasilkan 1 kg berat badan. Semakin tinggi FCR maka akan semakin tinggi pula keuntungan sang peternak, oleh karena itu para breeder atau peternak harus menetapkan standar FCR yang baik sebelum melepas ayamnya ke pasaran.

5. Kondisi pasar yang siap menerima
Yang terpenting dalam bisnis adalah apakah produk kita diterima pasar atau tidak. Pasar yang kelebihan stok ayam pedaging tentu akan menurunkan harga jualnya di tingkat peternak. Peternak harus pandai-pandai melihat trend konsumsi serta kapasitas pasar agar mendapatkan harga yang optimal.

Nah, kita udah tahu nih apa-apa aja syarat untuk memanen ayam pedaging. Selanjutnya kita langsung ke teknis pemanenannya atau cara memanen ayam.

  Cara Memanen Ayam Broiler
Hasil panen ayam broiler sebagian besar adalah daging, jadi kali ini kita hanya akan membahas tatalaksana pemanenan daging ayam saja. Berikut teknisnya, antara lain:

1. Persiapan kandang
Kandang Ayam dibuat sekondusif mungkin karena kita akan menangkap ayam tersebut satu persatu untuk segera di panen. Jangan letakkan tempat makanan atau minuman di litter kandang karena akan tumpah atau berserakan.

2. Penangkapan ayam
Tangkap ayam dengan pasti, artinya tidak kasar karena dapat membuat memar atau cacat ayam tersebut bahkan mati sebelum di panen. Penangkapan dapat dilakukan dengan memegang kakinya secara perlahan-lahan lalu pegang dadanya lalu tarik keatas.

3. Penimbangan
Penimbangan ayam broiler
Timbangan Ayam | Medion.id
Setelah ditangkap ayam tersebut diikat dengan tali lalu ditimbang dengan 4-5 ekor ayam lainnya secara bersamaan kemudian catat bobot hidupnya. Penimbangan ayam dilakukan sore hari atau malam hari untuk meminimalkan tingkat stress ayam.

4. Packing
Packing Ayam Broiler
Packing Ayam Broiler | Medion.id
Masukkan ayam ke keranjang secara cermat dan tidak kasar kemudian kerangjang-keranjang tersebut dimasukkan kedalam bak truk dengan lubang ventilasi yang cukup. Nah, boks-boks itulah yang diberikan kepada para pengepul yang kemudian akan berakhir di rumah jagal.

5. Pencatatan
Jangan lupa melakukan pencatatan setiap hal seperti jumlah yang ditangkap, bobotnya, hingga berapa yang diafkir agar bisa menjadi evaluasi kedepannya.

6. Maintian Produk Sampingan
Maintain Produk Sampingan Ayam
Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik | Dok. Pribadi
Terakhir adalah maintain produk sampingan ayam yang berupa kotoran ayam. Kotoran ayam tersebut dapat dibuat menjadi pupuk kandang dan dijual sebagai pendapatan sampingan. Jangan sesekali mengabaikan proses ini karena akan berbahaya bagi sanitasi kandang ayam yang notabene harus bersih.

Nah, itu dia tahapan dalam pemanenan ayam. Tapi bagaimana dengan teknis pemotongan ayam tersebut? Lanjut baca ke bawah ya....

Baca juga Panduan Terlengkap Budidaya Ayam Petelur

  Cara Memotong Ayam yang Baik
Mungkin dari kita masih ada yang belum mengetahui cara pemotongan ayam dengan baik, berikut kami rangkum langkah-langkah pemotongan ayam yang baik, antara lain:

1. Langkah pertama adalah menggantung ayam yang ada di boks atu keranjang di tempat penggantungan khusus dengan posisi kepala dibawah.

2. Kemudian ayam dipotong dengan pisau yang tajam (sesuai dengan syariat islam) dan biarkan hingga darahnya berhenti mengalir dan pastikan ayam benar-benar sudah mati.

3. Ayam yang telah dipotong kemudian dimasukkan kedalam baskom yang berisi air hangat (50-55 celsius) selama 4 sampai 5 menit. Jangan lupa di bolak-balik agar merata. Hal ini dilakukan agar pencabutan bulunya menjadi lebih mudah.

4. Selanjutnya yaitu pencabutan bulu hingga bersih

5. Ayam yang sudah dicabuti bulunya dipindahkan ke ruang lain untuk dibelah sesuai dengan standar. Biasanya yang dibelah adalah bagian dagingnya saja kecuali keker, kepala, usus, jeroan, dan bagian duburnya. Bagian yang tidak dibelah ini nantinya masih bisa dijual kok.

6. Setelah dibelah selanjutnya dibersihkan dengan air bersih hingga kerongga-rongga bagian dalam. Setelah itu dimasukkan kedalam baskom yang berisi es batu atau ruangan khusus yang memiliki suhu yang dingin (lemari es)

Kamu bisa melihat teknik pemotongannya di video dibawah ini,

Nah, kita sudah ketahui penanganan panen ayam broiler. Selanjutnya kita akan bahas  penanangan pasca panen daging ayam,  mari kita cek satu persatu.

  Penanangan Pascapanen Daging Ayam

1. Stoving
Stoving adalah penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempkatkan di kadangan penampungan atau disebut juga Houlding Ground.

2. Pemotongan
Pemotongan dilakukan dilehernya atau lebih tepatnya di arterinya, prinsipnya agar darah kelaur keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 3-5 menit. Hal ini akan meningkatkan kualitas daging serta tidak mudah busuk.

3. Pengeluaran jeroan
Organ dalam ayam (Viscera) merupakan tempat kotoran, sehingga harus dikeluarkan sesempurna mungkin. Proses pengeluaran organ dalam dimulai dari pengambilan tembolok, trakhea, hati, empedu, empedal, jantung, paru-paru, ginjal, usus dan ovarium/ testes. Setelah pengeluaran organ dalam, dilakukan pencucian karkas dengan menggunakan air suhu 5-10oC dengan kadar klorin 0,5-1 ppm, hal ini untuk menghindari dan menekan pertumbuhan bakteri, sehingga mutu dan keamanan karkas ayam tetap terjaga. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap dimasak dalam kemasan terpisah.

4. Pemotongan Karkas
Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci berih, kaki ayam/paha ditekukkan dibawah dubur, kemduian ayam didinginkan dan dikemas.

Kita sudah membahas pengolahan hasil panen ayam broiler. Selanjutnya yaitu bagian terpenting dari segala bisnis yaitu Pemasaran. Pasti banyak yang bertanya bagaimana memasarkan ayam pedaging? atau cara memasarkan ayam broiler. Tenang, berikut adalah langkah-langkah pemasaran yang perlu kamu ikuti, antara lain:

  Cara Memasarkan Ayam Broiler

1. Menjual ke agen besar
Menjual ke agen besar adalah cara yang paling umum dilakukan seorang peternak apalagi jika ia masih baru dalam bisnis tersebut. Mungkin kamu tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal karena biasanya agen besar sudah menetapkan harga yang tidak terlalu tinggi sebagai ganti dari risiko yang mereka tanggung apabila produk tidak laku di pasaran.

2. Menjadi Peternak Plasma 
Kamu bisa mencoba menjadi peternak plasma suatu perusahaan pengelola produk hasil panen ayam broiler. Menjadi peternak plasma artinya kamu harus mengikuti standar karkas yang dikehendaki mereka sehingga kamu butuh lebih banyak pengalaman berternak jika ingin melewati jalur ini.

3. Menjual sendiri
Jika kamu sudah memiliki bisnis dengan skala yang sudah besar maka kamu bisa mencoba jalur ini karena kamu sudah memiliki stok yang berkelanjutan serta channel yang luas. Kamu bisa mengendalikan harga sendiri jika produkmu berkualitas.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami Kuy....