Panduan Terlengkap Budidaya Ayam Petelur Segala Jenis

Budidaya Ayam Petelur

Berbicara tentang peternakan tentu tidak  lepas dari yang namanya budidaya.  Terdapat banyak pilihan bisnis di bidang  peternakan yang dapat ditekuni dan  tentunya memberikan keuntungan yang  menggiurkan. Salah satunya adalah  budidaya ayam petelur. Ayam petelur telah sangat akrab dengan sebagian besar  masyarakat Indonesia. Beternak ayam  petelur seakan menjadi bisnis yang sudah  sangat familiar di negara kita.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan,  melainkan karena keunggulan yang  diberikan oleh ayam petelur ini sendiri.  Selain itu, ayam petelur yang  dibudidayakan di Indonesia memiliki  banyak jenisnya sehingga memerlukan  teknik budidaya yang terbaik untuk  menghasilkan hasil yang maksimal.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas panduan cara  budidaya dan cara merawat ayam petelur secara lengkap.

1. Keunggulan Ayam Petelur
Seperti yang sudah disampaikan diatas,  maraknya bisnis budidaya ayam petelur   tidak lain karena keunggulan ayam  petelur itu sendiri. Diantaranya yaitu:
  • Permintaan Pasar Tinggi
Sadar atau tidak, telur yang kita konsumsi setiap hari mencerminkan tingginya permintaan pasar. Mulai dari kalangan ekonomi bawah hingga atas mengkonsumsi telur setiap harinya. Hal ini tentu memberikan kode hijau terkait kelancaran bisnis ini kedepannya.
  • Dibutuhkan Dalam Skala Besar
Telur tidak hanya dikonsumsi oleh sektor rumah tangga saja. Terdapat ratusan pabrik mulai dari pabrik roti hingga kuliner yang membutuhkan input telur dalam jumlah yang besar. Input tersebut harus tersedia setiap harinya sehingga permintaan telur akan terus berlanjut.
  • Masa Produktiv Lama
Ayam petelur dapat mulai memproduksi telur sejak umur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur hingga umurnya mencapai 1,5-2 tahun. Tentu jika dipandang dari segi kelayakan bisnis, masa produktiv yang lama tersebut termasuk poin yang bagus.
  • Cash Flow Tinggi
Bukan ayam petelur namanya jika tidak menghasilkan lebih banyak telur dari ayam jenis lainnya. Produktivitas ayam petelur cukup tinggi. seekor ayam petelur mampu menghasilkan 5-7 telur perminggunya, itu artinya seekor ayam mampu menghasilkan 1 butir telur setiap hari. Hal inilah yang membuat Cash Flownya tinggi karena mampu menghasilkan telur setiap harinya. Tentu kamu akan lebih optimis dengan Cash Flow yang berputar harian.
  • Peluang Pengembangan Bisnis Besar
Berbicara tentang peluang, ayam petelur memiliki prospek bisnis yang cerah lantaran dibutuhkan di seluruh lapiran masyarakat. Sepertinya tidak ada masyarakat yang tidak membutuhkan telur sepanjang hidupnya.
  • Indonesia Adalah Negera Yang Cocok Untuk Budidaya Ayam Petelur
Indonesia boleh berbangga hari sebab kondisi iklim dan alamnya sangat mendukung budidaya ayam petelur. Iklim tropis yang dimiliki Indonesia sangat cocok dengan kondisi suhu yang dibutuhkan ayam petelur yaitu berkisar antara 30°C - 32°C.
  • Relatif Mudah Dibudidayakan
Inilah alasan kenapa banyak orang terutama masyarakat desa membudidayakan ayam petelur. Pemeliharaan ayam petelur relatif mudah dilakukan karena tidak membutuhkan teknik khusus.

2.  Jenis Ayam Petelur
Ayam petelur terbagi dalam 2 jenis, yaitu Ayam Petelur Ringan dan Ayam Petelur Medium
a. Jenis Ayam Petelur Ringan
Ayam petelur ringan adalah jenis ayam petelur yang memiliki bobot badan yang ringan dibanding ayam petelur lainnya. Ayam ini juga disebut ayam petelur putih karena memang warnanya yang berwarna putih pun telurnya. Tubuh ayam ini relatif ramping dan kurus serta memiliki jengger berwarna merah. Hal ini karena ayam ini memang difokuskan untuk menghasilkan telur saja. Produksi telur yang dihasilkan dapat mencapai 260-280 butir per tahunnya.
b. Jenis Ayam Petelur Medium
Berkebalikan dengan ayam petelur ringan, ayam petelur medium memiliki bobot badan yang lebih besar walau tidak lebih berat dari ayam pedaging seperti ayam broiler. Ayam ini adalah ayam tipe dwiguna karena selain menghasilkan telur mereka juga dapat dijual dagingnya. Kebanyakan ayam petelur ini memiliki bulu yang berwarna coklat pun telurnya. Produksi telur yang dihasilkan dapat mencapai 270-290 butir per tahunnya.

Baca juga Jenis-jenis Ayam Petelur Lengkap

3. Persyaratan Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur
a. Syarat Lokasi:
Lokasi merupakan salah faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis budidaya ayam petelur. Berikut pertimbangan yang dapat dilakuakn dalam memilih lokasi yang tepat, antara lain:
  • Lokasi Yang Jauh Dari Keramaian/Perumahan Penduduk.
Bukan tanpa alasan mengingat dampak lingkungan yang disebabkan oleh peternakan ayam petelur tentu akan menganggu masyarakat sekitar. Sebut saja Bau kotoran yang menyengat hingga limbah yang dihasilkan yang notabene sangat menganggu. Oleh karena itu, pemilihan lokasi yang jauh dari pemukiman sangat diperlukan.
  • Lokasi Mudah Dijangkau Dari Pusat-Pusat Pemasaran.
Hal ini berkaitan dengan biaya transportasi yang haruslah ditekan seminimal mungkin. Lokasi yang dekat dengan pasar tentu akan memnimalkan biaya transportas yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan.
  • Lokasi Terpilih Bersifat Menetap Atau Tidak Berpindah-Pindah.
Suatu usaha akan sulit berhasil jika sering berpindah-pindah tempat karena dapat meresahkan konsumen atau stakeholders. Sebaiknya peternakan dibuat menetap dengan bangungan yang semipermanen atau permanen.
b. Penyiapan Sarana dan Peralatan
  • Kandang
Persiapan Kandang adalah salah satu faktor pendukung suksesnya ternak ayam petelur. Kandang ayam petelur saat ini telah banyak berinovasi yaitu bagaimana memanfaatkan lokasi yang minim agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal
  • Syarat Kandang:
- Suhu kandang 32,5°C - 35°C
Suhu kandang harus dimaintan sedemikian rupa sehingga ideal untuk ayam petelur. Boleh digunakan lampu penghangat jika memang suhu sekitar lebih rendah.
- Kelembaban Berkisar Antara 60–70%
Kandang yang terlalu kering dapat menurunkan produktivitas ayam. Beruntung Indonesia memiliki iklim tropis yang memiliki kelembapan yang tinggi.
- Penerangan Dan Atau Pemanasan Kandang
Pemanasan dilakukan jika udara sekitar lebih rendah dari suhu yang disarankan. Penggunaan lampu penghangat sebaiknya dilakukan pada malam hari karena suhu pada saat tersebut relative lebih rendah.
- Tata Letak Kandang
Arah kandang sebaiknya menyerong dari timur ke barat untuk menekan pengumpulan panas didalam kandang. Dengan begitu kandang memperoleh sinar matahari secara langsung hanya pada saat pagi dan sore hari saja. Letak antara kandang yang satu dan kandang yang lain harus diatur sesuai dengan kelompok umur ayam yang dipelihara.
  • Sistem kandang
- Sistem Kandang Koloni
Kandang Koloni
Kandang Koloni | Dok. Pribadi
Kandang koloni berfungsi untuk menampung ayam dalam satu kelompok. Kandang ini digunakan untu menampung DOC atau ayam dewasa dalam jumlah banyak di setiap sekatnya. Pemeliharaan ayam pada kandang jenis ini dimulai saat ayam mulai masuk kandang hingga akhir.
- Sistem kandang individual
Kandang individual
Kandang Individual | Dok. Pribadi
Berkebalikan dengan kandang koloni, kandang individual merupakan model kandang yang digunakan untuk menempatkan satu ayam di setiap kandangnya. Kandang tipe ini memakan banyak ruang namun lebih mudah dalam pengontrolannya.
  • Jenis Kandang Berdasarkan Lantainya
- Kandang Dengan Lantai Liter
Kandang Litter
Kandang Litter | Dok. Pribadi
Kandang dengan lantai liter merupakan kandang yang memanfaatkan tanah sebagai lantainya. Kandang ini dilapisi dengan semen atau langsung beralaskan tanah. Litter (sekam padi) digunakan pada tipe kandang ini untuk menghindari penyakit yang bersumber dari kotoran yang ada di lantai. Litter tersebut di tabur dengan ketebalan 5-10 cm.  keuntungan menggunakan kandang tipe ini adalalah kokoh dan mudah dalam pembuatannya serta hama seperti tikus bisa dimimanlisir. Selain itu, biaya pembangunannya relatif lebih murah.
- Kandang Dengan Lantai Kolong Berlubang
Kandang Kolong Berlubang
Kandang Kolong Berlubang | Dok. Pribadi
Kandang yang juga disebut kandang Slat ini memiliki jarak antara lantai kandang dengan tanah sekitar 2 m. Bahan yang digunakan berupa bilah bambu yang disusun sejajar dengan jarak interval kurang dari 2 cm.Keuntungan menggunakan kandang ini adalah jumlah ayam yang dapat dipelihara di dalamnya lebih banyak serta lebih bersih sehingga kesehatan ayam lebih terjamin.
- Kandang Dengan Lantai Campuran Liter Dengan Kolong Berlubang
Kandang ini adalah kombinasi dari kedua model kandang diatas. Biasanya digunakan untuk usaha pembibitan ayam ras.
  • Jenis Kandang Berdasarkan Umur
- Kandang DOC
Kandang DOC (Day Out Chicken) merupakan kandang yang digunakan Sebagai pengganti indukan dimana kandang ini diharuskan mampu menjaga suhu dan melindungi bibit ayam dari predator seperti musang. Kandang DOC harus memiliki ruang yang cukup, sirkulasi dan kelembapan udara yang terjaga serta terjaga kebersihannya. Hal ini agar DOC yang kita pelihara tidak mengalami stress akibat tatcara pelaksanaan yang salah.
- Kandang Layer (Masa Bertelur)
Seperti namanya, kandang ini berfungsi sebagai tempat ayam petelur menghasilkan telurnya. Ayam petelur dipindah ke kandang layer pada 10 hari sebelum masuk awal bertelur atau pada umur 17-18 minggu.
  • Tempat Pakan
Tempat pakan biasanya menggunakan pipa paralon yang dibelah akan tetapi untuk meminimalisasi pakan yang hilang maka tempat pakan berbentuk trapesiium lebih baik.
  • Tempat Minum
Tempat minum ayam biasa menggunakan Nipple yang lebih efisien dan optimal. Namun juga dapat diakali dengan penggunaan botol bekas air mineral yang dibelah dua. Penggunaan botol bekar air mineral sebagai tempat minum haruslah dimaintain kebersihannya agar tidak mengundang bibit penyakit.Tempat Ransum
  • Tempat Ransum
Tempat ransum ayam adalah tempat meletakkan ransum/makanan ayam petelur dengan ukuran kapasitas yang bermacam-macam, sehingga peternak mudah untuk menyesuaikan kebutuhan untuk kandangnya. Tempat ransum ayam biasa digunakan pada kandang koloni.
  • Tempat obat-obatan
Ternak ayam petelur juga perlu disiapkan obat-obatan jika terindentifkasi mengidap penyakit. Hal ini agar penyakit tersebut tidak menular ke ayam lainnya.
  • Sistem Alat Penerangan
Kandang ayam petelur sangat memerlukan lampu untuk menjaga suhu yang ada di dalam kandang. Menurut penelitian, fungsi lampu bisa mempengaruhi proses kematangan organ reproduksi ayam petelur. Intensitas cahaya yang dibutuhkan adalah sebanyak 10-20 lux pada saat masa layer. Untuk mendapatkan intensitas tersebut diperlukan 17 lampu pijar 15 watt dengan jarak 3 meter per lampu.
  • Peralatan
- Litter (alas lantai)
Lantai dapat terbuat dari sekam padi dengan ketebalan sekitar 10 cm. Perlu diperhatikan agar membersihkan lantai kandang agar tidak menjadi sarang jamur dan penyakit.
- Tempat bertelur
Tempat bertelur dibuat untuk memudahkan memanen hasil dan agar telur tidak kotor. Tempat bertelur dapat berbentuk kotak dengan ukuran 30x35x45 cm. Kotak diletakkan di pojok kandang agar mudah dilakukan pengambilan telur dari luar.
- Tempat bertengger
Tempat bertengger ditujukan sebagai tempat ayam untuk beristirahat dan  dibuat tertutup agar terhindar dari angin serta letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
- Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat ini dapat terbuat dari paralon atau bilah bambu yang berdiameter lebar. Sedangkan tempat grit dapat dibuat dengan kotak khusus.

baca juga Bercocok tanam di lahan sempit dengan lima tanaman ini

4. Penyiapan Bibit Day Old Chicken (DOC)
Dalam melakukan ternak ayam petelur, yang paling awal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit unggul. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan produksi telur yang tinggi serta kualitas telurnya pun juga tinggi.
Syarat Penyiapan Bibit:
a) Ayam petelur harus sehat dan tidak cacat fisiknya.
Ayam yang sehat dibuktikan dengan konversi ranmsum dan produksi telur yang tinggi serta tidak memiliki cacat fisik. Kesalahan pemilihan ayam yang tidak sehat dapat menjadi bencana besar karena penyakit yang dibawa ayam tersebut dapat menyebar ke seluruh kandang.
b) Pertumbuhan dan perkembangan normal.
Pertumbuhan ayam harus wajar, hal ini bisa dilihat dari nafsu makannya yang normal serta proses kematangan alat kelamin juga tidak terlalu lama.
c) Ayam petelur berasal dari bibit yang jelas.

Bibit ayam dapat berasal dari berbagai jenis, baik itu jenis petelur ringan maupun petelur medium. Disarankan memilih strain yang memiliki produktivitas telur tertinggi seperti Hisex White dan Shaver S 228.

Pedoman teknis pemilihan bibit/DOC/ayam umur sehari:
a) berasal dari induk yang sehat.
Bibit yang sehat tentu berasal dari induk yang sehat pula. Induk sehat dapat dibuktikan dengan produksi telur yang tinggi serta performans pertumbuhan yang normal.
b) Bulu tampak halus, penuh dan baik pertumbuhannya.
Salah satu tips yang perlu dicoba adalah dengan melihat kehalusan bulunya. Ayam yang memiliki bulu yang rusak atau tidak halus patut dicurigai berpenyakit.
c) Tidak terdapat cacat tubuh.
Kecacatan dapat saja tidak terlihat sehingga perlu diteliti lebih seksama agar dihasilkan bibit yang benar-benar bebas dari kecacatan.
d) Mempunyai nafsu makan yang baik.
Nafsu makan yang baik mencerminkan sehatnya ayam tersebut. Tinginya nafsu makan akan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas telur.
e) Ukuran berat badan antara 35-40 gram.
Ayam jenis petelur ringan biasanya memiliki berat badang 35-40 cm dengan tumbuh ramping dan kurus.
f) Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Tinja yang melekat di tubuh dapat mengundang penyakit sehingga perlu dihindari.

5. Pemeliharaan Ayam Petelur
Seperti yang sudah di paparkan diatas bahwa pemeliharaan ayam petelur tergolong mudah. Cara ternak ayam petelur tidak jauh berbeda dari ayam jenis lainnya walau secara tujuan berbeda. Berikut beberapa tahap pemeliharaan ayam petelur, antara lain:
a) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang dan areal peternakan menjadi usaha preventif paling penting dalam menjamin keberlanjutan usaha budidaya ayam petelur. Tindakan yang dapat dilakukan seperti pemberian vaksin, pembersihan kandang secara berkala hingga perawatan ternak.
b) Pemberian Pakan
Pemberian pakan terdiri dari dua fase yaitu fase starter (0-4 tahun) dan fase finisher (4-6 minggu). Berikut formula makanan ayam petelur agar cepat bertelur, antara lain:
  • fase starter (0-4 minggu)
Pada fase starter dibutuhkan sebesar 1.520 gram pakan per ekornya hingga berumur 4 minggu. zat gizi yang terkandung dalam pakan terdiri dari protein 22- 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
  • fase finisher (4-6 minggu)
Pada fase Finisher membutuhkan 3.829 gram per ekornya.zat gizi yang terkandung dalam pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
  • Pemberian Vaksinasi dan Suplemen
Pada pemeliharaan ayam petelur juga perlu memperhatikan ketahanan tubuh ternak karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas telurnya. Pemberian vaksin dan suplemen bertujuan utnuk mencegah serta menanggulangi penyakit yang menjangkiti ayam. Pemberian vaksin secara berkala sangat dibutuhkan untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat merugikan usaha budidaya ayam petelur.
  • Pemeliharaanpera Kandang
Pemeliharaan kandang juga merupakan salah satu cara memelihara ayam petelur yang tidak boleh dinomorduakan. Mulai dari pembersihan kandang secara rutin hingga penggantian alas kandang (litter) secara berkala adalah kegiatan rutin yang perlu dilakukan. Hindari kondisi kandang yang lembap karena dapat mengundang jamur untuk bersarang disana.
  • Pahami Masa Produktif Ayam Petelur
Umur ayam petelur dalam menghasilkan telur termasuk Panjang yaitu 1,5 – 2 tahun. Namun perlu pula dicatat umur setiap ayam yang ada di kandang karena semakin tua ayam tersebut akan semakin menurunkan produktivitasnya. Ada baiknya dilakuan pergantian indukan ayam petelur jika dirasa umur ayam petelur tersebut sudah mendekati akhir masa produktifnya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami Kuy....