Keuntungan Yang Bisa Kamu Dapat dari Bisnis Ayam Petelur

Pertanyaan yang paling utama sebelum menjalankan bisnis adalah "apakah bisnis tersebut mampu mendatangkan keuntungan? atau malah dapat merugikanmu karena pasarnya tidak stabil atau bahkan tidak ada. Tidak terkecuali ayam petelur, jika kamu ingin masuk ke bisnis ini kamu perlu tau potensi yang tersimpan dari bisnis ini agar kamu bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

Ada baiknya kamu ketahui dulu jenis-jenis ayam petelur beserta spesifikasinya di post Jenis-jenis Ayam Petelur.

So, kali ini kami akan membahas sebearapa banyak keuntungan yang bisa kamu dapat dari bisnis ayam petelur, check it out.

1. Peluang Usaha Ayam Petelur
Grafik produksi, konsumsi dan neraca telur ayam
Grafik Produksi, Konsumsi dan Neraca Telur Ayam Ras | Katadata.co.id
Berbicara tentang peluang tentu kita akan selalu berhubungan dengan data yang ada di lapangan. Berdasarkan data, konsumsi telur nasional pada tahun 2017 mencapai 1,5 juta ton. Angka ini terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat. Bahkan pada tahun 2021 diproyeksikan akan mencapai 1,8 juta ton.  Masyarakat indonesia membutuhkan setidaknya 6,53 kg telur perkapita per tahunnya. Semua angka itu membuktikan bahwa komoditas telur masih menjadi salah satu primadona di sektor peternakan.
Grafik trend perkembangan harga telur
Trend Perkembangan Harga Telur November-Desember 2019 | Katadata.co.id
Namun tidak sampai disitu, kuantitas bukanlah satu-satunya aspek yang perlu dipertahikan dalam memulai sebuah bisnis. Lebih jauh kamu akan terkejut melihat trend perkembangan harga telur dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, pada bulan November terjadi kenaikan yang stagnan dari harga telur, padahal di masa tersebut tidak terjadi suatu event besar apapun yang mampu memicu harga telur naik. Hal ini membuktikan bahwa bisnis ayam petelur cenderung lebih stabil apalagi kita sama-sama ketahui bahwa telur memiliki waktu simpan yang lama bahkan hingga 6 bulan jika disimpan dalam lemari es.

Baca juga Panduan Lengkap Budidaya Ayam Petelur

2.  Keunggulan Ayam Petelur Dibandingkan Jenis Ayam Broiler

  • Pendapatan Stabil

Ayam petelur cenderung memberikan pendapatan yang stabil bahkan hingga setiap harinya sehingga cash flow yang dihasilkan juga tinggi. Lain halnya dengan ayam broiler yang perlu menunggu setidaknya 35 hari setiap siklusnya.

  • Masa Produktiv Lama

Ayam petelur memiliki masa produktiv yang lama yaitu sekitar 1,5 – 2 tahun. Puncak produksi dapat dicapai pada minggu 90. Hal ini menjadikan bisnis ayam petelur sangat layak untuk dikembangkan.

  • Masa Simpan Lama
Waktu simpan telur termasuk lama daripada komoditas pertanian lainnya yang notabene bersifat perishable (mudah rusak). Hal ini sangat membantumu jika terjadi kelebihan muatan pasar sehingga telur bisa disimpan lebih lama.


3. Menentukan Jenis Ayam Petelur Yang Diminati Pasar

  • Kualitas Telur yang Tinggi

Ayam petelur yang dibudidayakan haruslah memiliki kualitas telur yang tinggi. Kualitas telur dapat diketahui melalui bentuknya, ruang udara, serta kejernihannya. Pilihlah strain ayam yang memiliki kualitas yang tinggi jika ingin menargetkan pasar yang berkelas. Namun jika ingin menargetkan pasar biasa maka strain ayam petelur biasa pun bisa dipilih.

  • Produktivas Telur Tinggi

Masing-masing strain ayam petelur memiliki produktivitas telur yang berbeda-beda. Jika ingin mengembangkan bisnis yang murni untuk menjual telur saja maka pilihlah strain ayam yang memiliki produktivitas telur tertinggi per tahunnya.

4. Modal Usaha Ayam Petelur
Modal merupakan salah satu hal yang paling mendasar dalam menjalankan usaha apapun termasuk usaha ternak ayam petelur. Saat ini kita dapat dengan mudah mendapatkan modal baik itu dari bank, koperasi simpan pinjam atau lembaga pinjaman lainnya. Terlebih bisnis ayam petelur termasuk bisnis yang potensial sehingga pemberi dana lebih senang untuk memberikannya.
Tabel analisa usaha ayam petelur
Tabel Analisis Usaha Ayam Petelur | gdm.id
Berikut jenis-jenis modal yang perlu dipersiapkan untuk memulai bisnis ayam petelur, antara lain:

  • Modal Lahan 

Lahan dibutuhkan untuk membangun kandang, tempat penyimpanan pakan, penyimpanan obat, penampungan dan pengolahan limbah, kantor administrasi dan tempat karyawan. Modal lahan yang dibutuhkan tidak terlalu besar apalagi jika menggunakan tipe kandang koloni. Disarankan untuk memanfaatkan lahan yang jauh dari pemukinan atau perkotaan karena harganya relative lebih murah serta terhindar dari complain masyarakat terkait isu kesehatan dan lingkungan.

  • Modal Kandang

Kandang adalah mutlak diperlukan karena selain sebagai media pertumbuhan ayam juga tempat untuk mengontrol ayam tersebut. Bahan untuk pembuatan kandang dapat bervariasi mulai dari kayu, semen, besi atau kombinasi ketiganya.

Kebutuhan biaya untuk pembuatan kandang ayam petelur tidak terlalu mahal. Sebagai gambaran, untuk modal ternak ayam petelur 100 ekor dibutuhkan biaya pembuatan kandang sebesar Rp. 7.000.000. Ditambah dengan peralatan pendukung lainnya maka biaya total tidak akan melebihi RP. 8.000.000. Tentu hal ini tergantung dari bahan yang digunakan dalam pembuatan kandang. Untuk skala rumahan, kandang berbahan dasar kayu sudahlah cukup.

Menurut peraturan menteri pertanian No. 31 tahun 2004, standar luas kandang dibanding dengan populasi ayam petelur adalah sebagai berikut:
- Jumlah ayam 100-500 ekor, luas kandang 50 M
- Jumlah ayam 500-1000 ekor, luas kandang 100 M
- Jumlah ayam 1000-1500 ekor, luas kandang 150 M
- Jumlah ayam 1500-2000 ekor, luas kandang 200 M
- Jumlah ayam 2000-2500 ekor, luas kandang 250 M
- Jumlah ayam 2500-3000 ekor, luas kandang 300 M

Kamu bisa lebih lengkap terkait perundang-undangannya di sini.

  • Modal Pakan

Modal pakan termasuk dalam biaya operasional yang harus selalu tersedia setiap harinya. Pakan terbagi menjadi dua yaitu pakan pokok dan pakan konsentrat.
a. Pakan Pokok
Pakan pokok dapat berupa dedak atau beras jagung yang harganya sekitar 5000 per kilogramnya. Setiap harinya 100 ekor ayam petelur membutuhkan setidaknya 2 kg dedak sehingga biaya total pakan pokok adalah RP. 10.000.
b. Pakan Konsentrat
Pakan konsentrat dibutuhkan untuk menguatkan nutrisi yang ada pada pakan pokok. Kebutuhan pakan konsentrat untuk 100 ekor ayam petelur sekitar 1,5 kg dengan harga per kilonya adalah 5.500. Sehingga total biaya pakan konsentrat adalah Rp. 8250. Pakan konsentrat juga dapat memanfaatkan biomassa yang sudah tidak tidak bernilai ekonomis.

  • Modal Perawatan

Modal perawatan dapat berupa pemberian vaksin dan obat-obatan, sarana pendukung seperti listrik dan air hingga biaya karyawan jika memang membutuhkan karyawan.\
- Modal Bibit Ayam Petelur
Pengadaan bibit adalah hal yang paling utama dalam bisnis ayam petelur. Harga bibit ayam petelur dapat saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya tergantung dari stok produsen. Untuk pulau jawa, bibit ayam petelur polos dapat dihargai Rp. 7.800 per ekornya sedangkan bibit ayam petelur super dapat mencapai Rp. 11.500 per ekornya. Sedangkan di luar pulau Jawa harga bibit dapat lebih mahal karena sebagian besar sentra pembibitan ayam petelur berada di pulau Jawa.

5. Keuntungan Usaha Ayam Petelur Dalam Sekali Panen
Kembali kita ambil contoh untuk populasi 100 ayam petelur. Diperkirakan dalam sehari dapat dihasilkan sekitar 6 Kg terlur yang jika dihitung per kilonya akan mendapatkan Rp. 22.000. Maka dalam sehari bisa didapat pendapatan sebesar Rp. 22.000 x 6 = Rp. 132.000. Jika dikalikan dengan total 30 hari dalam sebulan akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 3.960.000. Tentu angka itu masih merupakan pendapatan kotor yang belum dikurangi dengan biaya operasional hariannya. Tentu kamu bisa membayangkan berapa keuntungan ayam petelur 1000 ekor ayam petelur bukan?

6. Keuntungan Total Usaha Ayam Petelur Dalam Satu Masa Produktif
Cara bisnis ayam petelur yang baik adalah yang mampu mengefisienkan biaya produksi serta menghasilkan telur yang berkualitas. Potensi keuntungan usaha ternak ayam petelur sangat menggiurkan. Jika dalam sebulan 100 ayam petelur mampu mendatangkan keuntungan sekitar Rp. 3.960.000 maka dalam setahun bisa menghasilkan Rp. 3.960.000 x 12 = Rp. 47.520.000. Kita juga tahu bahwa ayam petelur memiliki masa produktif hingga 2 tahun sehingga dalam sekali masa produktif didapat pendapatan kotor mencapai Rp. 95.040.000. Tentu untuk bisnis skala rumahan, angka itu sudah sangat memuaskan mengingat modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan perawatannya relatif mudah.
Share:

1 comment:

Ikuti Kami Kuy....