Tingkatkan Nilai Jual Salak Pondohmu Dengan 7 Tahap Penanganan Pasca Panen Ini


Salak (Sallaka edulis) merupakan salah satu buah favorit di Indonesia, buah ini memiliki citra rasa manis (kadang kelat) yang khas dan kulit yang bersisik. Banyak jenis salak yang ditanam di Indonesia namun yang paling sering dibudidayakan oleh masyarakat secara luas adalah salak pondoh. Kebanyakan petani memilih salak pondoh karena memang salak yang satu ini lebih menjanjikan rasa yang manis ketika panen dari pada jenis salak lainnya. Salak sering dijadikan sajian buah di meja makan, dijadikan asinan bahkan dijadikan bahan pembuatan obat. Permintaan buah salak pun termasuk stabil karena tingginya peminat buah salak di negri ini.  

Namun kebanyakan petani langsung menjual hasil panen salaknya tanpa melakukan penanganan pasca panen terlebih dahulu. Akibatnya banyak salak yang memiliki kualitas dan rasa yang  buruk bercampur dengan salak yang baik kualitasnya. Penanganan pasca panen salak juga bertujuan untuk untuk menambah nilai (Value Added)  sehingga dapat dijual di tingkat harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu kami akan memberikan beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menambah nilai jual salak lewat kegitan pasca panen berikut.

Berikut 7 Tahap Penanganan Pasca Panen Buah Salak, diantaranya yaitu:

1. Pemanenan

Pemanenan merupakan titik kritis yang  sangat  berpengaruh pada mutu  buah.  Penentuan umur  petik  didasarkan  atas  hasil,  tampilan  visual,  harga yang  diharapkan,  taksir kehilangan  akibat  pemilahan  untuk  mencapai  mutu pengapalan  (shipping  quality),  dan kondisi  lapangan.
Kriteria Panen Salak Pondoh
Kriteria Panen Salak Pondoh
\
Panen  buah  salak  dilakukan  dalam  keadaan  cuaca kering  (tidak  hujan)  pada  pagi hari (pukul  9 –10  pagi)  saat  buah  sudah  tidak berembun. Jika panen dilakukan pada saat terlalu pagi dan buah masih berembun maka buah akan mudah kotor dan bila luka sangat rentan terserang penyakit. Bila panen dilakukan ada siang hari, buah  akan mengalami penguapan sehingga susut lebih  banyak,  sedangkan  bila  pada  sore  hari dapat berakibat lamanya  waktu menunggu, kecuali harus bekerja pada malam hari.

Salak dipanen saat berumur 5 –6 bulan umur bunga (setelah munculnya bunga). Tingkat ketuaan  60 –70%.  Pada tingkat  ketuaan ini,  tingkat  kerusakan  buah  selama penyimpanan  lebih  rendah  dibandingkan dengan tingkat ketuaan 80%. Buah salak pondah yang dipanen lebih awal sudah mempunyai rasa manis dan  tidak  sepat,  ukuran buah  masih  kecil  dan  aroma  khas  salak  belum  keluar, karena  komponen  penyusun   aroma  buah  terbentuk  bersamaan  dengan  proses pematangan buah.

2. Pembersihan

Kebersihan  salak  berpengaruh terhadap  masa simpan  buah  salak.  Tandan  salak sering diletakkan  dekat  dengan permukaan   tanah   sehingga kotoran   dapat   menempel   pada buah   salak   dan menyebabkan  binatang-binatang  kecil   yang menyukai  tempat  lembab sering bersembunyi di antara buah dalam tandan.

Pembersihan  buah  salak  dilakukan  dengan  menyikat  buah  menggunakan sikat yang halus,  yang  bertujuan  untuk  membersihkan  kotoran  yang  menempel pada  permukaan kulit  buah  dan  membersihkan  sisa-sisa  duri  yang  belum  rontok secara alami. Untuk memisahkan buah yang cacat, memar, lecet/luka, busuk yang dapat menjadi sumber kerusakan buah salak.

3. Sortasi 

Sortasi bertujuan memilih buah yang baik, tidak cacat, dan dipisahkan dari buah    yang busuk,pecah,    tergores    atau    tertusuk.    Juga    berguna    untuk membersihkan buah salak dari kotoran, sisa –sisa duri, tangkai dan ranting. 

Penggolongan  bertujuan untuk, mendapat  hasil  buah  yang  seragam  (ukuran  dan kualitas) mempermudah   penyusunan   dalam   wadah/peti/alat   kemas mendapatkan harga  yang  lebih  tinggi, merangsang  minat  untuk  membeli, agar perhitungannya lebih mudah, untuk menaksir pendapatan sementara.

Pada buah salak digolongkan dalam 3 (tiga) kelas mutu, yakni kelas super, kelas A, dan kelas B (SNI 3167:2009). Kelas super berkriteria kualitas paling baik (super) yaitu bebas dari cacat kecuali cacat sangat kecil. Buah salak berkualitas A, bila mempunyai kriteria dengan cacat yang diperbolehkan; cacat sedikit pada kulit seperti lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya, total area yang cacat tidak lebih  dari  2%  dari  luas  total seluruh  permukaan  buah,  cacat  tersebut  tidak mempengaruhi isi buah.

Kode  ukuran  salak  ditentukan  berdasarkan  bobot,  sebagai  berikut:  kode ukuran  1, dengan bobot  >120  gr;  kode  2,  dengan  bobot  101-120gr;  dan  kode ukuran 3 dengan bobot 81-100 gr. Toleransi mutu dan ukuran yang diperbolehkan diatur dalam standar ini.

Berikut ini  contoh sortasi buah salak bali, 
Tabel Kriteria Panen


4. Pengemasan 

Pengemasan merupakan tahap yang paling menentukan nilai jual dari komoditas pertanian selain dari kualitas komoditi itu sendiri. Tujuan  pengemasan  adalah  untuk  melindungi buah  salak  dari kerusakan, mempermudah  dalam  penyusunan,  baik  dalam pengangkutan  maupun  dalam gudang penyimpanan dan untuk mempermudah perhitungan.Biasanya buah salak dikemas  dalam  keranjang bambu  (besek)berkapasitas  5,  10,  dan  20  kilogram.
Pengemasan Salak Pondoh

Pada kemasan salak pondoh, buah salak  yang masih utuh pada tandan diletakkan di tengah  dan  di sekelilingnya  diletakkan  butiran  salak  yang  sudah  lepas  dari tandan.


Bisa dipertimbangkan untuk menggunakan modified atmosphere packaging (MAP), teknik ini ditujukan untuk memperpanjang masa simpan dari produk sehingga pemasaran antar negara menjadi mungkin dilakukan.

Pengemasan dengan teknik atmosfir termodifikasi adalah sebagai berikut:
  1. Menggunakan   kantong   plastik   polietilien   (PE)   tebal   0,04   mm   dengan pengaturan konsentrasi gas awal 1,5% CO2dan 15% O2, untuk buah salak bali tandanan  dan  salak pondoh  butiran  pada suhu  penyimpanan  15oC  dan  10oC dapat  mempertahankan  mutu kesegaran  berturut-turut  adalah  24  dan  15  hari (Setyadjid, 1993dalam Muldayanti I., dkk., 2012).
  2. Pengemasan  dengan  kemasan  PE  (Polietilien)  30  mikron dengan gas  awal 1,5% CO2dan 15%  O2pada  salak  pondoh  kombinasi  dengan  penyimpananpada  suhu 9 –12oC  dapat mempertahankan  kesegaran  buah  hingga  27  hari (Rosmani dan Sjaifullah, 1991 dalam Muldayanti I., dkk., 2012). 

5. Penyimpanan

Kegiatan yang satu ini dilakukan agar persedian salak di pasar tidak membludak sehingga harga salak dapat dikontrol. Penyimpanan salak dapat dilakukan di dua lokasi yaitu tempat penampungan sementara dan gudang penyimpanan. 

Salak yang dimasukkan kedalam tempat penyimpanan sementara adalah salak yang akan segera dijual ke pasar sedangkan salak yang berada di gudang penyimpanan harus dilakukan tahap sortasi dan pengemasan terlebih dahulu. Penyimpanan salak juga dapat memperpanjang daya guna dan memperbaiki mutunya karena buah yang sudah masak dapat menghasilkan gas etilen yang membuat salak lain yang belum matang menjadi matang. 


6. Pengangkutan

Komoditas hortikultura seperti salak memiliki sifat meruah dan cenderung sulit dalam proses pengangkurannya sehingga membutuhkan biaya yang besar. Belum lagi mudahnya terjadi kebusukan membuat sistem pengangkutan hasil panen dituntut untuk mendistribusikan buah-buahan dan sayuran secara cepat dari sentra produksi ke konsumen. 

Waktu pengangkutan juga harus disesuaikan , untuk tujuan luar kota misalnya, dilakukan pada pagi hari (pukul 03.00-06.00). Hal ini dilakukan untuk menghindari pengeringan kulit buah salak yang terkena sinar matahari sehingga menurunkan nilai jualnya. 

7. Pemasaran

Masalah pemasaran adalah tahap paling penting dari seluruh proses pasca panen karena tahap inilah yang menentukan berhasil tidaknya suatu bisnis. Untuk pemasaran salak sendiri kamu bisa bekerja sama dengan pengepul buah-buahan atau dengan koperasi unit desa. 

Bergabung dengan komunitas yang mewadahi petani buah-buahan juga merupakan langkah yang tepat karena usahamu akan memiliki jaringan pemasaran yang kokoh. Beberapa pasar swalayan terkadang kekurangan stok buah salak yang berkualitas untuk mereka jual, jika kamu pandai dalam memanfaatkan peluang ini bukan tidak mungkin kamu menjadi pemasok tetap buah salak bagi mereka.

Sekian, Semoga bermanfaat
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Ikuti Kami Kuy....